admin on May 10th, 2010

Judul : VALHARALD : Ksatria Talismandala dan Pertempuran di Vincha
Pengarang : Adi Toha
Penerbit : Diva Press
ISBN : 97860295*****
Tebal : 411 Halaman

Sinopsis (1)

VALHARALD adalah sebuah novel fiksi fantasi karya Adi Toha. Berkisah tentang perjalanan dan petualangan 12 Ksatria Talismandala dalam menjalani misi dan takdirnya sebagai ksatria cahaya, menyelamatkan negeri VarchLand dari Kekuatan Kegelapan. Kedua belas Ksatria Talismandala ini merupakan orang-orang yang terpilih dengan keunikan dan karakteristik tersendiri dari beragam suku. Menjadi istimewa dengan jati diri dan latar belakangnya masing-masing.

Dalam perjalanannya 12 Ksatria Talismandala tersebut dibekali oleh sebuah kunci berbentuk segitiga yang berfungsi untuk membuka senjata rahasia dan peralatan perang yang telah lama tersimpan di tempat yang juga terahasia. Disamping senjata dan peralatan rahasia tersebut, tersimpan pula Mahkota Liafala, mahkota tertinggi negeri Varchland.

Barangkali itulah yang ingin disampaikan dalam kisah Valharald. Dua belas ksatria bisa jadi adalah diri kita yang tengah terpanggil untuk melakukan sebuah perubahan besar dalam hidup, namun kita selalu saja dilanda pertanyaan-pertanyaan: benarkah saya harus berubah? Beranikah kita untuk melakukan sesuatu yang besar dalam hidup kita?

Melawan atau Mati!

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

admin on May 4th, 2010

Sungguh, inilah sebuah dongeng cerdas yang penuh dengan hentakan!

Pada sebuah negeri (VarchLand) yang telah mengalami masa-masa damai selama beratus-ratus tahun, tiba-tiba terancam mengalami kehancuran oleh sebuah kekuatan kegelapan yang datang dari bangsa Vomorian.Padahal, di masa-masa damai tersebut para kesatria VarchLand menyimpan seluruh peralatan perang dan senjata-senjata rahasianya di sebuah ruang rahasia dan menyegelnya dengan sebuah kunci yang juga sangat rahasia.

Bahkan, di ruang rahasia tersebut juga tersimpan Mahkota Liafala yang merupakan mahkota tertinggi negeri VarchLand. Siapa pun yang bisa memakainya, maka dialah yang pantas menjadi raja. Masing-masing kesatria memegang satu buah kunci yang sama berbentuk segitiga yang merupakan bagian dari kunci lainnya. Kunci-kunci tersebut diwariskan turun-temurun kepada orang-orang yang tepat untuk memilikinya.

Sebelum semua kunci berhasil disatukan, pasukan kegelapan bangsa Vomorian telah lebih dulu mendarat di Pantai Vincha dengan armada perangnya yang berjumlah sangat besar. Mereka mulai menebarkan teror dan kerusakan.Nah, dari sinilah sebuah legenda tentang dua belas kesatria gagah berani dari negeri VarchLand yang disebut Kesatria Talismandala kembali menjadi harapan. Mampukah mereka menghadapi kekuatan kegelapan tersebut? Berhasilkah kekuatan Kesatria Talismandala menyelamatkan negeri Vincha dari kehancuran?

Selamat membaca novel Valharald yang sangat seru dan menarik ini!

Tags:

admin on March 24th, 2010

Survival Games, Dystopian Society, Love Story and Reality Show

Saya heran, kenapa buku ini di negera asalnya dikategorikan ke dalam buku anak-anak dan remaja. Padahal, membaca konsep dan muatan di dalamnya, buku ini layak untuk dikategorikan ke dalam buku dewasa. Sementara anak-anak dan remaja di negara kita disuguhi bacaan-bacaan klise percintaan ala teenlit, di negara lain telah disuguhi The Hunger Games yang penuh dengan alegori kekinian, pertarungan hidup dan mati dan gambaran peradaban yang “sakit”.

The Hunger Games berlatar di sebuah negara distopis yang berdiri di atas reruntuhan Amerika Utara setelah serangkaian malapetaka, bencana peradaban, badai, kekeringan, kelaparan dan perang. Negara itu bernama Panem yang berpusat dan dikendalikan oleh Capitol. Di luar Capitol adalah 13 distrik yang secara kualitas peradaban jauh berbeda dengan Capitol. Sebagai hukuman atas pemberontak distrik pada masa lalu, distrik ke 13 dibumihanguskan dan 12 distrik lainnya terikat pada sebuah perjanjian perdamaian yang bernama Hunger Games, di mana setiap tahunnya, masing-masing distrik harus mengirimkan seorang anak perempuan dan lelaki untuk perlombaan bertahan hidup dan bertarung sampai mati di sebuah arena maha luas dalam sebuah acara reality show yang ditayangkan secara langsung di televisi. Dengan Hunger Games, Capitol seolah-olah hendak menyampaikan pesan “Lihat bagaimana kami mengambil anak-anakmu dan mengorbankan mereka, dan tak ada yang bisa kaulakukan untuk menghalanginya.”(hal. 26)
Read the rest of this entry »

Tags: ,