1. Cinta dan Kehilangan
The history of lovePada suatu masa kau pernah mencintai seseorang dan seseorang itu mencintaimu. Cintanya kepadamu membuatmu berjanji tidak akan pernah mencintai seseorang yang lain sepanjang hidupmu. Pada suatu masa seseorang yang kau cintai itu pergi ke negeri yang jauh. Berhari, berminggu bertahun tanpa kabar. Lalu kau menulis surat-surat untuknya namun kau tak yakin surat-surat itu akan sampai. Pada suatu masa kau bertekad akan menyusul seseorang itu, dengan cara apapun kau akan menemuinya. Pada suatu masa setelah bertahun-tahun menjalani perjalanan panjang dan berat, sampai harus bertaruh nyawa dengan maut, kau berhasil menemuinya. Cintanya kepadamu masih seperti dulu, tapi ia tidak bisa ikut bersamamu karena ia telah menikah dengan orang lain dan memiliki anak. Pada suatu masa kau menepati janji yang pernah kau ucapkan untuk tidak akan mencintai orang lain sepanjang hidupmu. Pada suatu masa akhirnya pergi dan menghilang, bertahan hidup sendiri dengan kenangan-kenangan manis dan cintamu kepadanya.
2. Lelaki Tua Tukang Kunci
Leo Gursky adalah seorang lelaki tua tukang kunci. Ia tinggal di sebuah apartemen di New York. Setelah beberapa puluh tahun berusaha menjalani hidup tanpa menarik perhatian orang lain, pada umur 80 tahun ia merasakan ketakutan akan kematian. Ketakutan terbesarnya adalah mengalami kematian saat tidak ada seorang pun yang melihat dan memperhatikannya. Maka ia mencoba menarik perhatian orang-orang agar orang-orang mengingatnya. Ia sengaja menjatuhkan uang-uang receh dari kantongnya di sebuah toko, ia menjadi model telanjang untuk sebuah kelas melukis, dan hal-hal kecil yang membuat ia bisa dilihat orang. Meski Leo bukan pengarang, ia sangat pandai menulis cerita. Pada umur dua puluh tahun, ia pernah menulis sebuah naskah yang tidak pernah diterbitkannya, bahkan tidak pernah dibaca oleh orang lain. Naskah itu ia tulis sebagai kenangan cintanya untuk Alma Mereminski, satu-satunya gadis yang dicintainya.
Leo berasal dari Slonim, Polandia. Ia selamat dari pembantaian pasukan Nazi dan berhasil lari ke New York menyusul Alma yang terlebih dahulu diberangkatkan oleh ayahnya ke New York. Leo pernah berjanji akan menyusul Alma. Maka ketika ia telah sampai di New York, ia segera mencari alamat Alma untuk menemuinya.
3. Alma Singer
Alma, begitulah namanya. Ia seorang gadis empat belas tahun yang bercita-cita menjadi seorang naturalis dan bisa bertahan hidup di alam liar. Oleh ibunya, ia diberi nama sesuai dengan nama setiap gadis dalam buku “The History of Love” pemberian ayahnya kepadanya. Ayahnya meninggal ketika Alma berumur tujuh tahun. Ibunya tak pernah berhenti mencintai ayahnya, sehingga ia menolak setiap lelaki yang ingin berkencan dengannya. Untuk mengambarkan tentang perasaan ibunya terhadap ayahnya, Alma mengutip perkataan pelukis dan pematung Alberto Giacometti yang pernah diceritakan oleh pamannya kepadanya, “kadang-kadang untuk sekedar melukis kepala, keseluruhan tubuh mesti dikorbankan. Untuk melukis daun, keseluruhan lanskapnya harus dienyahkan. Mulanya memang kau seakan-akan membatasi diri dengan cara itu, tapi setelah beberapa waktu kau menyadari bahwa cukup dengan memiliki seperempat inci sesuatu, kaulebih punya kemungkinan mempertahankan perasaan tertentu akan alam semesta, disbanding kalau kau pura-pura melukis keseluruhan langit.” Dan ibunya telah memilih ayahnya, dan demi mempertahankan perasaan itu, dia mengenyahkan seluruh dunia dan tenggelam di balik kamus-kamus. Ibunya seorang penerjemah buku.
Kenangan Alma terhadap ayahnya hanyalah sepotong-sepotong, tidak utuh. Alma hanya mendengar cerita tentang ayahnya dari ibunya. Maka ketika sebuah surat tiba-tiba datang dari seseorang, meminta ibunya untuk menerjemahkan buku “The History of Love” ke dalam bahasa Inggris, Alma seolah menemukan jalan untuk mencari tahu lebih banyak tentang ayahnya. Alma juga berpikir, barangkali dengan mencari tahu tentang ayahnya dari buku itu, ia bisa menemukan orang yang tepat untuk membahagiakan ibunya.
Mulailah Alma menelusuri petunjuk demi petunjuk untuk mencari tahu siapakah sebenarnya Alma dalam buku yang telah menginspirasi kedua orang tuanya untuk menamainya Alma. Dia penasaran, mengapa seseorang dalam surat itu menyuruh ibunya untuk menerjemahkan buku itu semata-mata demi keperluan pribadinya. Seseorang itu mengaku, semasa kecilnya, ibunya pernah membacakan beberapa halaman dari buku “The History Of Love”.
4. The History Of Love – Zvi Litvinoff
“Wanita yang pertama diciptakan mungkin Hawa, tapi gadisku yang pertama tetap Alma.” Demikian salah satu petikan dalam buku The History Of Love. Zvi Litvinoff adalah seorang pengarang tidak cukup dikenal yang melarikan diri dari Polandia ke Chili pada tahun 1941. Satu-satunya karyanya adalah buku “The History Of Love” yang diterbitkan dalam bahasa Spanyol. Sebagaimana pengarangnya, buku itu juga tidak cukup dikenal. Cetakan pertamanya dicetak sebanyak dua ribu eksemplar. Dari dua ribu eksemplar tersebut hanya beberapa yang dibeli dan dibaca orang, namun setidaknya, ada satu copy yang ditakdirkan mengubah kehidupan beberapa orang. Satu copy itu mulanya tersimpan di sebuah gudang lembab di kota Santiago, lalu kemudian dikirim ke sebuah toko buku di Buenos Aires dan selama beberapa tahun tak tersentuh, terselip di antara buku-buku lain yang lebih tebal dan lebih menarik. Ketika toko buku itu berganti pemilik, buku itu kembali tersimpan di gudang yang lebih jorok dari sebelumnya, sebelum akhirnya dikirim ke sebuah toko buku bekas kecil di dekat rumah Jorge Luis Borges.
Si pemilik toko buku bekas itu menyisihkah buku itu dan membacanya ketika tokonya sedang sepi. Setelah menyelesaikan membaca buku itu di sela-sela kesibukan melayani pembeli, ia tahu bahwa buku itu sangat berharga. Kemudian ia menaruh buku itu di jendela toko, namun tidak berusaha menarik perhatian para pengunjung tokonya terhadap buku itu. Ia tahu, di tangan yang salah, buku itu akan menjadi sia-sia. Maka dibirkannya buku itu di tempatnya, berharap pembaca yang tepat akan menemukannya.
Dan pada suatu siang, seorang pemuda jangkung berasal dari Israel yang baru saja menyelesaikan wajib militernya dan tengah berkelana di Amerika Selatan selama beberapa bulan mengambil buku itu dan membelinya.
5. Zvi Litvinoff
Pada tahun 1941 ia melarikan diri dari Polandia ke Chile untuk menghindari pembunuhan besar-besaran oleh pasukan Nazi. Tidak banyak informasi yang diketahui oleh publik selain kata pengantar yang dituliskan oleh istrinya Rosa Litvinoff di cetakan kedua buku “The History of Love” yang diterbitkan setelah kematian Zvi Litvinoff. Satu-satunya karya yang pernah diterbitkannya adalah buku “The History of Love” yang ia salin dari bahasa Yiddish ke bahasa Spanyol dari sebuah naskah tulisan tangan milik temannya. Mengira bahwa temannya itu telah meninggal dalam pembantaian, ia menerbitkan naskah itu atas namanya sendiri.
6. Anak Yang Tidak Pernah Tahu Siapa Ayahnya
Pada suatu masa seorang gadis terpaksa pergi dari Polandia ke Amerika. Beberapa minggu setelah kedatangannya, ia mengetahui bahwa ia mengandung janin hasil percintaannya dengan lelaki yang dicintainya semenjak kecil. Laki-laki itu telah berjanji kepadanya tidak akan mencintai gadis lain selain dirinya. Pada suatu masa ia mendapat kabar bahwa telah terjadi pembantaian besar-besar di kampung halamannya, tempat lelaki yang dicintainya tinggal. Ia mengira, lelaki yang dicintai ikut menjadi korban pembantaian. Setelah melahirkan seorang bayi laki-laki, ia menikah dengan seorang lelaki lain. Bayi laki-laki itu diberi nama Isaac Moritz. Setelah dewasa, ia menjadi seorang pengarang terkenal di Amerika. Salah satu bukunya berjudul The Remedy. Ia tidak tahu, jika ayah kandungnya selalu mengikuti perkembangan dirinya, termasuk karier kepenulisannya. Ia tidak tahu jika ayahnya selalu menyimpan foto-foto dan berita tentang dirinya. Ia tidak tahu, bakat kepengarangannya diwarisi dari ayahnya.
7. The History Of Love – Nicole Krauss
The History of Love adalah novel di dalam novel dengan kisah yang kompleks dengan alur yang berpindah-pindah antara masa kini dan masa lalu serta dinarasikan oleh beberapa narator. Narator utama adalah Leo Gursky dan Alma Singer. Pada satu bagian, Leo menarasikan hari-hari tuanya di apartement bersama Bruno, tetangganya yang juga teman masa kecilnya di Polandia, ketakutannya akan kematian, dan kenangannya akan Alma. Pada bagian lain, Alma menarasikan kehidupannya bersama ibu dan adik laki-lakinya, Bird; tentang kehilangan dan kesedihannya sepeninggal ayahnya, dan tingkah aneh adiknya. Dan pada bagian lain, adalah narasi oleh narator tentang Zvi Litfinoff dan beberapa kutipan dari buku misterius itu.
Alur yang bergerak maju mundur dan sudut pandang yang berubah-ubah dari satu tokoh ke tokoh lain membuat buku ini menarik, menghibur dan menantang untuk diikuti. Membacanya seakan tengah berjalan menyusuri labirin demi labirin misteri tentang buku misterius The History Of Love, labirin kehidupan dan kesepian Leo dan semangat hidup dan pencarian Alma muda. Pengarang berhasil menghidupkan tokoh-tokoh dalam novel ini terasa begitu dekat dan memorable.
Sebagaimana layaknya sebuah kisah misteri, petunjuk demi petunjuk mulai terbuka seiring berjalan alur mendekati halaman terakhir. Namun lantas tidak menjadikan buku ini sekedar cerita misteri. Di dalamnya akan banyak ditemukan filosofi indah tentang hubungan antar manusia, tentang cinta, kehilangan dan kematian. Pengarang berhasil menyatukan kepingan-kepingan kisah dari masing-masing tokohnya menjadi sebuah kisah yang utuh, menyentuh, mengharukan sekaligus mengundang tawa, karena tidak jarang terselip humor-humor yang cerdas dan menyegarkan.
7. Suami-Istri Pengarang
The History of Love yang terbit pada tahun 2005 adalah karya kedua Nicole Krauss. Karya sebelumnya adalah novel berjudul Man Walks into a Room yang terbit pada tahun 2002. Di tahun yang sama, Jonathan Safran Foer yang kemudian menjadi suaminya, menerbitkan Everything Is Illuminated. Nicole Krauss dan Jonathan safran Foer menikah pada tahun 2004. Di tahun 2005, bersamaan dengan terbitnya The History Of Love, Jonathan Safran Foer menerbitkan novel berjudul Extremely Loud and Incredibly Close. Untuk lulus dari Oxford University Nicole Krauss menulis tesis tentang seniman Amerika Joseph Cornell, sementara Foer pada tahun 2001 mengedit sebuah buku antologi yang terinpirasi dari karya-karya Josep Cornell. Sebuah kebetulan kah? Bagaimana pun juga, keduanya adalah pasangan pengarang yang cemerlang, yang karya-karyanya diakui oleh dunia.
8. Novel di Dalam Novel
Novel di dalam novel, atau fiksi di dalam fiksi adalah salah satu bentuk turunan dari metafiksi. Metafiksi adalah fiksi yang secara langsung atau tidak langsung mengabarkan dirinya sebagai sebuah cerita rekaan. Novel atau karya fiksi yang termasuk ke dalam bentuk metafiksi di antaranya sebagai berikut:
- Fiksi tentang seorang pengarang dalam membuat cerita.
- Fiksi tentang seorang pembaca membaca sebuah novel.
- Fiksi di dalam fiksi, atau novel di dalam novel.
- Fiksi yang di dalamnya narator menunjukkan dirinya sebagai pengarang cerita.
- Fiksi yang mengajak pembaca untuk berinteraksi secara langsung dengan cerita.
- Fiksi non-linear yang bisa dibaca dalam urutan apapun, tidak harus dari awal sampai akhir.
- Fiksi yang di dalamnya terdapat catatan kaki yang alih-alih hanya mengomentari, melanjutkan ceritanya sendiri.
- Fiksi yang di dalamnya pengarang juga termasuk dalam tokoh cerita.
- Fiksi yang memiliki latar, waktu dan karakter yang paralel dengan karya fiksi sebelumnya baik dari pengarang yang sama maupun pengarang yang berbeda, tetapi diceritakan dalam perspektif yang berbeda.
Buku The History of Love karya Zvi Litvinoff tentu saja adalah Fictional book within fictional work. Tidak usah bersusah payah mencari siapakah Zvi Litvinoff, sang pengarang buku tersebut dari sumber lain selain The History of Love karya Nicole Krauss.
9. Kesetiaan dan Keteguhan
Terlepas dari teknik penulisan Krauss yang lain dengan novel pada umumnya, novel ini memang membicarakan tentang cinta. Seberapa besar penghargaan dan penilaian manusia terhadap cinta. Seberapa teguh manusia dalam memenuhi janjinya. Meskipun seumur hidupnya Leo Gursky hidup sendiri dan menjadi pecundang dengan menghilang dari publik dan keramaian, dia tetap adalah seorang pemenang. Ia telah memenuhi janjinya kepada Alma Mereminsky untuk tidak mencintai gadis lain sepanjang hidupnya dan bertahan hidup dengan kenangan indah dan cintanya kepada Alma, satu-satunya gadis yang dicintainya. Charlotte Singer, ibu Alma, adalah sosok istri yang setia menjaga cintanya kepada suaminya meskipun suaminya telah meninggal. Ia tenggelam dalam kesibukannya menerjemahkan buku-buku dan tidak berniat untuk mencari pengganti suaminya. Suaminya akan selalu hidup dalam ingatannya. Rosa Litvinoff, adalah sosok istri yang menerima dan memaafkan apa adanya suaminya meskipun ia tahu sebuah kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh suaminya yang tak pernah dikatakannya sampai suaminya meninggal. Kebenaran yang jika diungkap akan menjatuhkan nama baik dirinya dan suaminya di mata orang-orang.
10. Leo dan Alma
“Pada suatu masa ada seorang anak laki-laki yang mencintai seorang anak perempuan, suara tawa si anak perempuan adalah pertanyaan yang seumur hidup ingin dijawab oleh si anak lelaki. Ketika mereka berumur sepuluh, si anak lelaki meminta si anak perempuan menikah dengannya. Ketika mereka berumur sebelas, dia mencium si anak perempuan untuk pertama kali. Ketika mereka berumur tiga belas, mereka bertengkar dan selama tiga minggu tidak saling bicara. Ketika mereka berumur lima belas, si anak perempuan menunjukkan padanya bekas luka di payudara kirinya. Cinta mereka adalah rahasia yang tidak mereka bagikan pada siapapun. Si anak lelaki berjanji takkan pernah mencintai gadis lain sepanjang hidupnya.” (The History Of Love)
11. Sebelas
… bersyukur karena dunia ini telah dengan sengaja menciptakan pemisahan-pemisahan, dengan maksud agar kita bisa mengatasinya, agar kita bisa merasakan suka cita sebuah kedekatan, meski jauh di dalam kita tak pernah bisa melupakan kesedihan akibat perbedaan-perbedaan yang tak terseberangi antara kita. (The History of Love)
Catatan :
Sengaja saya menggunakan penomoran dalam penulisan ulasan ini, mengikuti cara Alma dalam menceritakan kisahnya dalam buku ini.
Tags: Gramedia, Nicole Krauss
Buy:Ventolin.SleepWell.Wellbutrin SR.Zetia.Nymphomax.Female Cialis.Female Pink Viagra.Zocor.Lipothin.Amoxicillin.Lipitor.Advair.Seroquel.Lasix.Buspar.Cozaar.Prozac.Aricept.Benicar.Acomplia….
Cards http://ncigarette7y62ipc.AUTOT.....Poems+the/ : Cards…
Poems…